……mimpi…cita-cita, sebuah ikhtisar ….

Saat kecil saya masih ingat betul mimpi dan cita-cita saya ingin jadi Kyai, Ulama dan sebangsanya dengan tujuan biar tidak masuk neraka (waktu itu kisah surga dan neraka sangat mengental karena setiap saat didoktrin orang tua)….. pengen punya rumah dengan halaman yang ada atapnnya dengan alasan biar bisa melihat hujan di halaman tanpa harus basah kuyup……

Mimpi anak kecil kalau dipikir2 lebih indah karena tidak ada yang mengaitkan dengan bisnis, materi dan Ego masyarakat. Coba sekarang kita tanya anak SMA mungkin aneh kalau ada yang menjawab pengen jadi sopir angkot. Benak mereka sudah dijejali  sebuah profesi idaman yang bermartabat, lumbung harta, dan membuat mereka menjadi terkenal….bukan dari keinginan murni, tetapi sudah dikontaminasi dengan media, iklan, keinginan orang tua, lingkungan dan keluar.

Entah disadari atau tidak mimpi, cita-cita, keinginan hanyalah indikator yang berada dari dalam/internal kita untruk menakar seberapa jauh kita bisa melangkah. Dasar dari mimpi/cita-cita adalah kepuasan pribadi, bakat/keahlian, dan keinginan individu, sesuatu yang sangat privacy, asasi dan pribadi. Bukan sesuatu yang diarahkan dari kecil sebagai pelampiasan keinginan yang tak tercapai dari orang tua, atau karena orang tua menginginkan anaknya jadi A.. atau B… 

 

So, sejauh apakah kita berperan dalam mimpi keturunan kita, anak-anak yang masih murni, penuh dengan pure imagine akan kita jerumuskan ke dalam dunia kita yang pureness……

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s